Minggu, 14 Maret 2010

Sindrom Koroner Akut


Sindrom Koroner Akut

Apabila aliran darah di dalam urat nadi koroner terhalang secara total, bagian otot jantung itu mengalami kerusakan. Ini dikenal sebagai sindrom koroner akut (SKA) atau acute coronary syndrome (ACS). SKA umumnya disebabkan oleh penyumbatan arteri koroner secara tiba-tiba, yaitu karena pecahnya plak lemak aterosklerosis pada arteri koroner. Plak lemak tersebut menjadi titik-titik lemah dari arteri itu dan cenderung untuk pecah. Pada waktu pecah di lokasi tersebut, gumpalan cepat terbentuk yang menyebabkan penghambatan (okulasi) arteri yang menyeluruh, serta memutuskan aliran darah ke otot jantung. Ini mengakibatkan rasa sakit dada yang hebat pada pusat dada dan menyebar sampai lengan atau leher. Sakit dada tersebut diikuti dengan berkeringat dan nafas pendek (Soeharto, 2002). Nyeri angina yang berlangsung ≥ 30 menit dan terutama disertai dengan berkeringat, mual dan muntah perlu dicurigai sebagai infark miokard (Gray, 2002: 4).

Setiap orang mungkin memiliki gejala serangan jantung yang berbeda. Namun demikian simtom yang umum adalah sebagai berikut :

  1. Sakit dada yang hebat seperti ditekan. Bermula dari dada bagian depan dan kadang-kadang menjalar ke lengan kiri, pundak kiri, dan rahang.

  2. Nafas pendek

  3. Berkeringat dingin

  4. Terasa kelemahan yang menyeluruh atau kelelahan.


Sumber

Gray, H.H. 2002. Lecture Notes Kardiologi; Edisi Keempat. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Soeharto, I. 2002. Serangan Jantung dan Stroke; Hubungan sebab terjadinya. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.


Arikel lain:
faktor tisiko penyakit jantung koroner
jantung
penyakit kardiovaskuler

Tidak ada komentar:

Posting Komentar