Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah suatu kelainan yang disebabkan oleh penyempitan atau penghambatan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung. Mengeras dan menyempitnya pembuluh darah oleh pengendapan kolesterol, kalsium dan lemak berwarna kuning dikenal sebagai aterosklerosis (atherosclerosis) atau pengapuran. Bila terdapat kekurangan aliran darah ke otot jantung karena penyempitan, kondisi ini dikenal sebagai iskemik (ischaemia).
Jantung Berhenti Tiba-Tiba (Sudden Cardiac Death)
Pada kasus ini jantung mendadak berhenti yang disebut sebagai cardiac arrest. Penyebab yang paling sering adalah karena detak jantung (nadi) terlalu cepat yang disebabkan karena kerusakan pada sistem listrik jantung. Peristiwa seperti ini dapat ditolong (reversible) bila pasien mendapat pertolongan dalam beberapa menit, misalnya denga defibrillation yaitu pemakaian “arus listrik” untuk dapat kembali ke irama normal.
Disritmia
Disritmia jantung ialah abnormalitas irama jantung. Disritmia bisa diakibatkan oleh ganguan otomatisitas, gangguan hantaran, atau kombinasi keduanya. Gangguan otomatisitas terlihat berupa percepatan atau perlambatan nodus sinus, misalnya pada takikardia atau bradikardia sinus. Ganguan hantaran bisa berupa irama yang sangat cepat atau sangat lambat (blok atrioventrikuler). Kombinasi bisa terlihat pada denyut atrial prematur dengan blok atrioventrikuler derajat pertama, atau fluter atrium dengan blok 3:1 (Mansjoer, 2000).
Gagal Jantung
Gagal jantung yang sering disebut Congestive Heart Failure adalah istilah yang dipergunakan untuk menerangkan jantung yang tidak dapat lagi memompa darah secara cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Gagal jantung selalu bersifat serius tetapi umumnya tidak fatal secara mendadak. Penyebab kondisi ini adalah suplai darah ke otot jantung menurun karena PJK, jumlah sel-sel otot jantung yang berfungsi menurun karena terjadi serangan jantung, klep jantung strukturnya tidak sempurna menyebabkan terjadinya kebocoran, dan lain-lain.
Gagal jantung sering dapat diperbaiki dengan obat-obatan yang membuat ginjal mengeluarkan lebih banyak garam dan air, dengan diet yang mengurangi pemasukan garam, dengan obat-obatan yang meningkatkan detak jantung, dan dengan obat yang melebarkan arteri berukuran lebih kecil sehingga mengurangi tekanan darah.
Arikel lain:
faktor tisiko penyakit jantung koroner
jantung
sindrom koroner akut
Sumber
Mansjoer, A. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius Fakultas Kedokteran UI.
Sudoyo, A. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III edisi IV. Jakarta :Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar